.: Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :.

Tuesday, November 10, 2009

Pembelajaran buat anak di Lapang Bola


wooowww....Alhamdulillah ternyata seru juga nonton bola di sekolah bola Azka...mungkin karena anak-anak yaa yang maennya, tapi kenyataanya emang seru, lucu, kocak hehehe...tapi anak-anak pada serius juga tuh..pada semanget...
Btw, yang aku tangkep dari permainan itu..sungguh luar biasa...banyak hal untuk dijadikan suatu pembelajaran buat anak, di sekolah bola tersebut  :

  1. Anak lebih gampang bersosialisasi, didalem permainan tersebut anak satu sama lain menjadi adanya kebersamaan bersama temen-temennya...Subhanalloh, gak nyangka begitu gampang juga Azka masuk ke lingkungan baru, tidak seperti biasanya.
  2. Anak belajar disiplin, disini anak menjadi lebih disiplin, dengan waktu yang terbatas, anak tanggung jawab mengelola waktu tersebut, dengan ketentuan yang disediakan oleh pihak SSB, terutama dari pihak pelatihnya.
  3. Anak Belajar konsentrasi, dalam permainan bola buat anak banyak menjadi lebih konsentrasi dalam menghadapi permainannya.
  4. Anak belajar Strategi, Selain konsentrasi yang diterapkan, anak menjadi belajar mencari strategi, strategi permainan, dalam menghadapi perlawanan. kereen juga neh..
  5. Anak lebih Percaya Diri, dengan menunjukkan permainan dengan banyak orang, anak akan lebih percaya diri, dalam menghadapi permainannya...yaa semua yang dihadapi anak belajar penahanan dari lawannya...ppuuiiiihh semangaaattt kaa..!!!
Sungguh luar biasa, setiap permainan pasti ada hikmah didalamnya, begitupun dengan permainan-permainan yang lainnya selain sepak bola, dan tentunya itu semua kita tidak bisa memaksakan kehendak anak, apa yang anak inginkan, atau apa yang anak sukai....semoga kita bukan orangtua yang memaksakan anak...jadilah orangtua yang betul-betul memahami anak....

Friday, November 06, 2009

Amankah Facebook buat anak??

Apakah Anda melarang buah hati untuk punya akun facebook, karena takut berefek negatif pada perkembangannya? Jika ya, sebaiknya ubah pemikiran Anda. Masalahnya, menurut psikolog Maria Susanti, anak usia bangku TK dan SD sebaiknya jangan dilarang 'bermain' facebook.

"Anak-anak, terutama yang sudah duduk di bangku SD, justru bisa mencari tahu sendiri mendaftarkan diri menjadi anggota facebook. Masalahnya, jika ia tahu ajang bersosialiasi ini dilarang ibunya, bisa jadi ia membuat akun facebook dengan nama palsu. Akibatnya, Anda malah tidak bisa mengawasinya," ujar Maria menambahkan.

Facebook memang ajang bersosialisasi di dunia maya yang fun. Anda saja mungkin menikmati fitur-fitur yang ditawarkan situs yang digagas Marc Zuckerberg ini. Tapi, sebenarnya salah satu ketentuan men jadi anggota facebook adalah harus berusia di atas 13 tahun. Namun, tidak sedikit anak-anak yang punya akun facebook. Apakah salah?

"Sebetulnya, buah hati Anda boleh punya akun facebook. Asalkan Anda harus bisa mengawasinya dengan cerdas, tanpa si kecil merasa dimatai-matai," kata Maria.

Rambu-rambu apa yang dipegang orang tua jika anak ingin menjadi anggota facebook?


- Saat mengajarkan si kecil untuk mendaftarkan diri menjadi anggota facebook, usahakan untuk mengetahui password-nya. Jikapun tidak, pastikan Anda menjadi teman pertamanya di facebook.

- Cek isi facebook si kecil untuk mengetahui aktivitasnya secara rutin. Biasanya anak suka mengisi kuis dan bermain game. Bila kuis atau games yang dimainkannya belum layak dia mainkan, sebaiknya berikan penjelasan secara sederhana.

- Beri penjelasan juga padanya agar tidak menyetujui semua orang yang ingin berteman dengannya. Minta dia untuk menerima teman sekolah atau kursusnya. Jika ada orang dewasa yang tidak ia kenal ingin menjadi temannya, minta dia untuk menanyakan hal itu terlebih dahulu pada Anda.

- Hati-hati mengisi status Anda. Anda mesti ingat si kecil bisa membaca status Anda.

- Solusi yang terbaik adalah menemani si kecil saat membuka akun facebook-nya. Minta dia untuk membuka facebook di komputer yang diletakkan di ruang keluarga, sehingga Anda tetap bisa mengawasinya.

by. petti lubis di berita yahoo.com

Sunday, September 27, 2009

Memaknakan Lebaran buat Anak

Lebaran atau Idulfitri, seringkali hanya menjadi ritual orang dewasa. Kekhusyukan atau kesyahduan berlebaran lebih banyak dirasakan oleh mereka yang sudah aqil baligh (dewasa secara agama). Idulfitri yang mengandung makna sebagai sebuah hari kembalinya kefitrahan manusia, hanya dipahami dan termaknai secara baik oleh mereka yang telah memiliki kemampuan pemahaman (nalar) yang tinggi. 

Perlu ditegaskan di sini bahwa memang benar anak di usia dini, tidak mesti dan bahkan jangan sekali-kali memberikan beban pembelajaran yang tidak patut untuk diberikan kepadanya. Oleh karena itu, anak di usia dini tidak boleh dibebani dengan muatan kepentingan yang aneh-aneh.

Dengan kata lain, kalau memang anak-anak kita baru mampu memahami Lebaran sebagai sebuah 

pesta kebahagiaan, biarkanlah mereka pahami seperti apa adanya. Jika bagi mereka makna Lebaran itu adalah makan ketupat, 

biarkanlah berkembang seperti itu adanya. Sebab, jika mereka diceramahi tentang makna Lebaran, terlebih lagi diceramahi 

dengan dalil agama atau kajian ilmiah, mereka akan semakin bengong, bingung dan tidak menyukai datangnya Lebaran. 

Hal yang paling penting bagi kita saat ini, adalah memberikan suasana lingkungan Lebaran, sebagai bagian dari usaha sadar orang tua dalam membimbing dan membina tahapan perkembangan anak-anak. Inilah poin penting, dan kesadaran penting yang perlu kita garis bawahi dengan benar. Kita tidak mungkin merubah pesta sosial Lebaran anak-anak. Yang akan kita lakukan, adalah memberikan sentuhan pembelajaran atau sentuhan edukatif kepada anak-anak yang sedang merayakan pesta Lebaran. 

Seorang Abi atau Umminya, juga kakak-kakaknya, perlu lebih banyak memberikan ruang partisipasi anak untuk mengetahui seluk-beluk atau apa yang ada di sekitar dirinya, ketika dia mengalami dan menjalani rangkaian kegiatan Lebaran. Orang yang lebih dewasa, dituntut untuk banyak bercerita, dalam bahasa Sunda disebut dengan istilah "loba baceo" menceritakan apa yang sedang terjadi, atau apa yang sedang dilakukan. Sehingga, anak kita ini bukan hanya mengalami dan menjalani rangkaian berLebaran, tetapi juga mengetahui mengenai apa yang dilakukannya. 

Sebagai Contoh Azka (7th)...biasa dipanggil Kakak, Lebaran taun ini sangat berharga & Istimewa bagi Kaka, dia sangat menikmati dan banyak mengamati apa itu Lebaran, selain itu, Lebaran Taun ini adalah Pesta dari rangkaian kegiatan Shaum selama sebulan full tamat sampai Maghrib..Alhamdulillah...!!!

Jadinya dari mulai Lebaran tiba, ketika akan pergi Sholat ID Kaka udah nanya 
"Mii...koq Kaka nggak makan Shaur lagi?"
aku jawab "Ka..kan sekarang Lebaran, udah nggak Shaur lagi, sekarang Saatnya kita Sholat ID..yuuk kita semua mau ke Mesjid.."
Kaka masih bingung "Aneh..." Sambil bawa sajadah dan banyak sederet pertanyaan selama diperjalanan menuju mesjid sama Abinya...bla..bla...

Setelah selesai Sholat, ketika udah nyampe rumah, Kakak Nanya lagi.."Mii...pas mau sholat..koq Allahu Akbarnya banyak, ada 7 kali, emang kalo sholat Idul fitri beda ya sama sholat subuh.."

"Iya Shalih...bedanya apa yaaa"
Kaka : " bedanya kan Allahu Akbarnya banyak, 7 kali dan 5 kali....kalo sholat subuh sama 2 rakaat, tp AllahuAkbarnya sekali "
"Subhanallah..Kaka Anak cerdas "

(Padahal kita belum ngasih tau lho sholat ID berapa Rakaat dan berapa kali Takbirnya..hehehe..)

Kakak: " Mii..harus salaman ya...duuuh capek ah" dengan polosnya hehe
"Kaa...Lebaran tuh saling Maafan juga, kita akan bersilaturahim ke semua saudara, tetangga, temen, bu Guru,Pak Guru..."
Kakak : " Ternyata Lebaran seruu juga yaa..Ummi banyak ya sodaranya..Lebaran harus bermaafan ya  mi..jadinya kalo bermaafan 

terus, gak punya dosa dong..." sambil senyum...
"hehehe..Insya Allah ka..semuanya bisa menghapusa dosa, dan kembali ke hati yang bersih..gimana Kaka seneng gak Lebaran "

Kakak ; " SEneng..Mii kakak jadi punya banyak temen baru (anak-2 sodara), jadi banyak uang, banyak yg ngasih kan Kakak 

Shaumnya tamat, jadi yang ngasihnya ditambahin, yg lain mah nggak ditambahion, kecuali shaumnya tamat tambah"

" oooh masaa !!!!...Asyyik dong yaa, kalo lebaran apalagi tamat Shaumnya, banyak hadiah juga, tambah temen, baju juga baruuu..hehe"

" Mii..Rame yaa Lebaran, Kakak juga tadi salam-salaman sama temen kaka,teruus kaka bilang ketemen kaka ...maaf yaa.."
"Subanallaoh..iyaa..hebat, terus gimana lagi.."

"Kan Mii Kaka liat Abi sama Ummi, Salaman, terus bilang Maaf lahir bathin...Kaka juga ketemen bilang gitu.."

"Oyaa..." SEdikit kaget..jadi makna lebaran buat Kaka saling bermaafan, silaturahim, tanpa harus di beri tahu, cukup dengan contoh dan pengertiannya arti dari lebaran...Subhanallah, anak lebih menyerap dengan Memberikan pengalaman nyata dan mengajak berdialog anak, merupakan sebuah upaya meningkatkan partisipasi psikologi anak-anak dalam memahami dan memaknai kejadian hidup atau perilaku dirinya. 

Dan yang terakhir tadi malen Kakak Bilang " Kaka mah jadi kangen iih Shaur lagi....kangen Lebaran Lagi "

Ooooow..Subhanalloh, smoga kita bisa bertemu lagi dengan bulan yg suci di Tahun yang akan Datang...AMiin...

Thursday, September 03, 2009

Mii...Knapa Gempa Terjadi yaa??


Kejadian Gempa Bumi yang terjadi kemaren tgl 2 september '09 sangat membekas buat anak-anak...dari terjadinya gempa tersebut Anakku yang sulung Azka (7th) lagi main sepeda, dan katanya mau ikutan lomba tamiya...Hmmm ceritanya "ngabuburit"..Duuh bener-bener kaget..yang jelas dipikiranku mana Kaka yaa...soalnya yang kecil ada sama saya...

Tak lama dia datang, langsung ngoceh....siap-siap dengan pertanyaannya, ternyata iyaa......"Mii tadi ada gempa yaa...Mi..mi kenapa ya mii semuanya bergerak...knapa ya mii semuanya pada takut..ada yang lari-lari...barusan juga Kaka disuruh Pulang sama yang tukang Tamiyanya...terus katanya takut...knapa takut ya mii.....padahal kan itu semua Ciptaan Allah..kan Gempa ciptaan Allah ya mii...iih aneh..kaka mah nggak takut da' main sepeda lagi..cuman Inget Ummi aza..jadi pulang deh..."..

Subhanaalloh...Ocehan dari mulutnya ketika dia baru nyampe rumah setelah gempa berhenti...nggak ada titikkomanya, teruuus nyeroscos hehe..sampe-sampe Aku dibuat bingung pertanyaan mana dulu yaa yang harus dijawab, sementara kita masih berasa banget gerakannya itu...ada pusingnya....ketika saya tanya " Kak Pusing gak.." dia jawab "Nggak kan tadi kaka mah main sepeda cuman aneh aza koq muter dan semuanya gerak"..

Saya nggak nyangka apa yang dia Ucapkan dari mulutnya akan mengeluarkan sederet pertanyaan..."iyaa Ka..Gempa  ciptaan Allah..bukan takut mereka menghindar khawatir rumah roboh..kalo udah roboh...pastinya kita sakit, dan kemungkinan terjadi ada yang meninggal, makanya semua pada keluar rumah, menyelamatkan dirinya masing-masing...terus knapa gempa terjadi, karena ada  pergerakan lempengan bumi yang terjadi secara tiba-tiba.." belum aku beres dia udah motong lagi...",    "ooh gitu terus knapa dan knapa...bla..bla..bla"...pertanyaannya panjang lagi sampe dia nanya juga skala litcher itu apa..duuh dapet darimana lagi, katanya denger tadi di mesjid dari bapak-bapak  "iya mii tapi  Kaka ada ide...kalo gitu Kaka mau masuk rumah dulu yaa..mau ngambil Buku.." ....

Ternyata apa yang ada dalam Idenya dia bawa Buku tentang Gempa Bumi...Mungkin Jawaban belum puas, dan dia inget punya buku tentang Gempa..dia ceritakan sama temen-temannya...sampe-sampe temannya banyak ngasih pertanyaan, eeh anakku mendadak jadi pencerita buku , dengan gayanya bercerita sambil nunjukkin gambar-gambarnya...

Subhanalloh..Nggak nyangka Kaka bisa menceritakan kembali sama temen-temennya, yang diceritakan  saya tadi dan berdasarkan buku juga....Alhamdulillah ..*I love U full Kaka & Azzam*

Wednesday, August 26, 2009

"Ngabuburit" seruu bersama Anak

Menunggu waktunya Buka Shaum (Ngabuburit)...kita lakukan bisa dimana aza..termasuk dirumah pun, kita lakukan dengan senang hati, terutama bersama anak kita.......Alhamdulillah tahun ini Azka udah mulai Full Shaum sampai Maghrib...Subhanalloh..luar biasa banget, karna di setiap jam-jam terakhir mau Buka...udah mulai gelisah....udah banyak nanya, "miii berapa jam lagiii"..."miii berapa menit lagi".......

Pertanyaan itu terus diulang...sampe anakku ikut ke dapur...dan suatu saat...karena Umminya jarang bikin Kolak pisang sendiri, (karna efektifitas waktu, dan hanya berempatan akhirnya suka beli hehehe)...
Dan hari kelima Shaum..Azka ngasih ide...katanya " kolak pisangnya pengen Ummi yang bikin"..
Akhirnya bikin deh...tapi saat pembuatan Kolek tersebut..Azka ikut terlibat...."Umiii aku bantuin yaa"...

Subhanalloh Kaka bantuin Ummi... dari pemotongan pisang...sampe jadi kolek tersebut....didalam pengerjaan kolak tersebut..azka banyak nanya " mii pisangnya jadi banyak yaa...." trus miii ini....mii itu.... dan banyak lagi sampe dia cerita disekolahnya, temen-temannya...apa yang dia mau...apa yang bikin dia bete...waduuh ...jadi keluar semua yang ada di hatinya....sungguh luar biasa..sambil kita terus pancing obrolannya....Subhanalloh....sampe akhirnya Pertanyaan terakhir buat saya....."Miii...nanti kalo kaka shaumnya tamat sampe mau lebaran (maksudnya Fulll sebulan)....mau ngasih Hadiah apa????"...hehehhe..ada maunya juga yaa...tapi itu sesuatu yang Luaar biasa....."Insya Allah ada suatu kejutan Buat Kakak nanti lebaran...."

Nah..."Ngabuburit" bersama anak ...sungguh menyenangkan sekali..kita benar-benar BERSAMA anak...kita gali terus perasaannya, pikirannya....Insya allah bisa...ternyata bisa, dan disitu pula anak merasa terlibat, banyak suatu hal yang baru didiri anak....kita pun merasa ada sesuatu yang istimewa, walaupun bentuk potongan pisangnya..tidak sesuai apa yang kita mau..tapi tetep kita hargai...Biarin aza..kan mau dimakan ini hehe....potongan pisang khas Azkaku..."I love You full Kakak & Azzam"....

Thursday, August 20, 2009

membiasakan sholat pada anak

sesungguhnya setiap anak itu cerdas, kreatif, tapi tergantung kita orangtua sebagai model buat anak-anaknya, dengan kita membiasakan sholat berjamaah, ketika waktunya sholat anak akan terbiasa dan akan selalu ingat waktunya sholat, itu sebagai pembiasaan buat anak, anak akan tidak merasa terpaksa, begitu pula dengan pembiasaan yang lainnya.

Posted by ShoZu

membiasakan sholat pada anak

sesungguhnya setiap anak itu cerdas, kreatif, tapi tergantung kita sebagai orangtua yang menjadi model dalam setaip prilaku kita, begitu juga sholat, kita tidak perlu memaksakan anak sholat, dengan pembiasaan berjamaah, dengan kita sholat didepan anak pun, anak akan mengikutinya, dan akan terus dan terus, setiap waktunya sholat anak menjadi tau, bahwa ini waktunya sholat.

Posted by ShoZu

Monday, August 17, 2009

Persiapan Ramadhan Buat si Kecil

Beberapa hari lagi, insya Allah kita akan kedatangan tamu agung, tamu yang ditunggu-tunggu
kaum muslimin yang beriman. Tamu itu adalah bulan Ramadhan. Di antara persiapan menyambut bulan mulia ini yang perlu Anda cermati adalah bagaimana mempersiapkan anak-anak yang masih kecil dan baru akan belajar puasa.

Mengantarkan anak untuk berpuasa dan memahami maknanya, sungguh bukan pekerjaan yang mudah. Keberhasilan mengkondisikan anak, memerlukan persiapan sejak jauh hari. Berikut ini beberapa kiat yang bisa dilakukan orang tua, untuk merancang pola pendidikan terbaik bagi putra-putrinya selama bulan Ramadhan. 

A. 5 Hari Sebelum Ramadhan: Mengenalkan Lewat Cerita

Stasiun TV biasanya getol mengiklankan acara-acara andalannya guna menyambut Ramadhan, bahkan jauh sebelum bulan Ramadhan tiba, Anda pun harus memiliki cara khusus untuk mempersiapkan putra-putri Anda. Caranya? Mudah saja, manfaatkan kebiasaan
dongeng atau bercerita yang biasa Anda lakukan. Hanya saja temanya adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bulan Ramadhan. 

Pilih cerita-cerita Islam yang menggambarkan suasana puasa dan keutamaan bagi yang
menjalankannya. Bisa juga cerita mengenai kisah-kisah menarik seputar Ramadhan,
baik mengenai sahabat atau Rasulullah yang berjuang di bulan Ramadhan. Atau
Anda dapat mengarang sendiri cerita yang ada hubungannya dengan tema tersebut,
selain menceritakan pengalaman masa kecil Anda ketika menjalani ibadah puasa.
Ini akan lebih menarik minat anak, karena cerita tersebut lebih hidup dan Anda
leluasa berimprovisasi. 

Prolog Ramadhan melalui cerita ini dapat dimulai seminggu sebelum datangnya bulan
Ramadhan. Di antara waktu bercerita tersebut Anda dapat mengajak anak untuk
membuat rencana kegiatan selama bulan Ramadhan nanti, plus target yang ingin
mereka capai. Kemukakan juga harapan apa yang Anda harapkan untuk mereka
lakukan. 

Lewat cerita ini, suasana Ramadhan sudah terbangun dalam alam pikiran anak. Sehingga
ia akan mengharapkan kedatangan bulan ini dengan penuh semangat dan antusias.

B. 3 Hari sebelum Ramadhan: Membangun Suasana

Suasana rumah yang berubah juga akan mempengaruhi semangat anak. Misalnya dengan
mengubah penataan rumah, mempersiapkan ruang khusus untuk sholat berjamaah dan
tadarus Al-Qur'an. Ajak anak-anak menghiasi ruang tersebut dengan tulisan
kaligrafi dan gambar islami. 

Demikian pula untuk dekorasi rumah maupun kamar, bangun nuansa islami. Misalnya dengan
mengubah letak play station, tv ataupun buku dan majalah yang bersifat umum,
berganti dengan buku-buku atau majalah keislaman yang mudah dijangkau.

Kamar tidur anak dapat dihias dengan tulisan hadist, motto ataupun semboyan yang akan
membangkitkan semangat mereka jika nanti menahan lapar dan haus ketika puasa.
Tempelkan juga target dan jadwal kegiatan yang telah disusun bersama. Ibu
sebaiknya mempersiapkan bintang-bintang yang siap ditempel untuk setiap rencana
yang berhasil dicapai anak. Kerjakan bersama anak agar ia termotivasi untuk
mendapatkan bintang sebanyak mungkin sampai akhir Ramadhan. 

Kebiasaan Ayah mengecat rumah menjelang lebaran, yang biasanya dilakukan pada saat puasa, dapat dimulai justru sebelum Ramadhan. Di samping membangun mood anggota
keluarga, juga agar selama Ramadhan lebih banyak waktu yang dapat digunakan
untuk kegiatan ibadah. 

C. 2 Hari Sebelum Ramadhan: Persiapan fisik

Ibu dapat mulai menyusun menu dengan gizi yang seimbang untuk anak yang puasa. Juga
mulai melatih pola makan dari 3 kali sehari menjadi 2 kali saja. Bila dilihat
dari pola kebiasaan makan, berpuasa sebetulnya hanya memindahkan jam, atau
mengurangi satu kali waktu makan saja. Bila biasanya makan 3 kali sehari, menjadi
2 kali, yaitu waktu sahur dan waktu berbuka puasa. 

Penyusunan  menu ini untuk menghindari terjadinya kekurangan zat gizi pada anak. Kecukupan gizi pada anak akan terpenuhi apabila saat berbuka dan makan sahur mereka
mengkonsumsi makanan yang beragam dalam jumlah yang cukup. 

D. 1 Hari Sebelum Ramadhan: Sahur Yuk!! 

Bila esok mulai berpuasa, berarti malam sebelumnya kita akan melaksanakan sholat
taraweh dan sahur. Melatih anak-anak untuk berpuasa dapat dimulai dengan
belajar bangun malam untuk makan sahur bersama. 

Untuk menarik minat anak, siapkan menu makanan kegemarannya dan buat suasana sahur
menyenangkan baginya sehingga tidak merasa berat bangun tengah malam. Biarkan
anak makan di akhir waktu sahur. Awal puasa, biarkan mereka coba dulu puasa
hanya setengah hari. Ia akan berbuka pada tengah hari karena masih latihan.
Dengan cara latihan yang bertahap seperti itu, si anak tidak merasa berat lagi
untuk melakukan puasa. 

E. Nilai Plus Puasa Bagi Anak 

Banyak sekali nilai plus dari puasa termasuk untuk anak-anak. Nabi Muhammad SAW
bersabda: "Berpuasalah, niscaya kamu sehat." Dari sisi kesehatan, ibadah puasa memberikan istirahat pada organ-organ pencernaan tubuh, termasuk sistim enzim dan hormonal, yang kemudian akan bekerja kembali dengan lebih sempurna. 

Selain itu anak-anak yang mencoba untuk ikut berpuasa, sesungguhnya sedang dilatih
untuk berdisiplin. Berdisiplin untuk bangun sahur pada malam hari, makan tepat
waktu berbuka dan menahan nafsu. Termasuk sebagai latihan untuk taat pada
perintah agama. 

Latihan ini bukan hanya pada menahan lapar saja, tetapi lebih penting pada esensi
berpuasa itu sendiri. Karenanya, bila memang belum waktunya anak puasa penuh,
biarlah mereka berbuka di tengah hari. Bukankah segala sesuatunya berlangsung
bertahap? Termasuk dalam mendidik si kecil dalam hal puasa. 

Pembiasaan puasa juga bisa mendidik anak-anak untuk jujur, misalnya mereka tetap berpuasa sekalipun teman-temannya di sekolah tidak. Kalaupun karena tidak kuat menahan
lapar atau godaan teman ia terpaksa berbuka di luar rumah, anak juga bisa
diajar untuk berterus-terang, bukan berbohong dan malu mengakui kesalahannya.